Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2012

Cara Mengatasi Santet dengan Hukum Fisika



   
Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang : berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai dengan kematian. Berbagai penyelidikan pun telah banyak dilakukan ilmuwan terhadap fenomena santet dan sejenisnya. Tentu metode penelitian para ilmuwan agak berbeda dengan agamawan.

10 Gejala Penuaan di Usia Dini

Oleh: dr. Yahya Wardoyo, SKM


PENUAAN DINI adalah proses di mana otak dan jaringan saraf mengalami proses penuaan yang semestinya belum terjadi. Penuaan dini dalam bentuk yang paling parah adalah penyakit Alzheimer. Gejala penuaan dini dapat dikenali, dan selagi masih dalam taraf awal sebaiknya dikelola agar tidak terjadi makin cepat. Dewasa ini sangat memprihatinkan, penuaan dini semakin banyak terjadi pada usia muda.

Salah satu dugaan penyebabnya ialah karena terlalu padatnya otak dipenuhi sajian-sajian yang sudah matang, antara lain yang paling nyata adalah kaum muda terlalu banyak menghabiskan waktunya di depan televisi. Karena terlalu banyak informasi yang disajikan televisi, sajian yang sudah matang diterima otak maka otak lambat laun kehilangan daya kreatifnya. Inilah pemicu paling awal dari proses penuaan dini.

Ada 10 gejala penuaan dini yang segera dapat kita kenali dan sebaiknya juga segera kita kelola agar tidak melaju menjadi Alzheimer nantinya.

Selasa, 31 Januari 2012

Anak anak yang rajin beraktifitas fisik lebih berprestasi

AMSTERDAM (Pos Kota) – Dalam studi terbaru ini, para periset dari Pusat Kesehatan Universitas VU di Amsterdam menggabungkan hasil-hasil berbagai studi sebelumnya dari Amerika Utara dan Afrika Selatan, termasuk kurang lebih 55.000 anak berumur 6 hingga 18 tahun.
Dalam apa yang disebut ‘tinjauan sistematis’ atas ke-14 studi tersebut, para periset menemukan keterkaitan antara aktivitas fisik dan perkembangan kinerja akademis.
“Berdasarkan hasil-hasil studi kami, kami bisa simpulkan bahwa aktif secara fisik bermanfaat bagi kinerja akademis,” ujar Amrika Singh, ketua tim periset itu.
Amika Singh, mengatakan mungkin ada penjelasan biologis untuk mengaitkan aktivitas fisik dengan prestasi di sekolah.
“Pertama, penjelasan fisiologis, misalnya jika semakin banyak arus darah, maka semakin banyak oksigen masuk ke otak. Aktif secara fisik berarti produksi hormon lebih banyak, seperti endorfin. Endorfin mengurangi tingkat stress dan perasaan membaik, yang artinya kinerja kita juga lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, bagi mereka yang aktivitas fisiknya dari olahraga yang teratur, mempelajari peraturan dan bagaimana mengikutinya bisa memperbaiki tingkah laku di kelas dan konsentrasi.
Akibat berbagai perbedaan antara studi-studi tersebut, menurut Singh, tidak mungkin mengetahui apakah frekuensi atau jenis aktivitas memengaruhi sejauh mana banyaknya perbaikan akademis itu.
Tapi, ditinjau dari temuan umum tersebut, bahwa anak-anak yang aktif secara fisik mungkin lebih bagus prestasinya, Singh mengatakan para pendidik sebaiknya mempertimbangkan hal itu sebelum mengurangi program-program fitness di sekolah.
Artikel Amike Singh mengenai keterkaitan antara aktivitas fisik dan prestasi sekolah dimuat dalam jurnal “Archives of Pediatric and Adolescent Medicine. (voanews/dms)